30 September 2010

Terapi Okupasi Dan Perkembangan Anak




Terapi okupasi bertujuan untuk membantu anak mengembangkan potensinya secara optimal. Melalui terapi okupasi, anak belajar untuk melakukan kegiatan sehari-hari (day living activities), misalnya memakai pakaian, makan sendiri, menggunakan gunting, pensil, menalikan tali sepatu, dan bermain dengan teman. Termasuk juga belajar untuk percaya diri dalam menentukan pilihan dan memutuskan sesuatu.

Supaya mendapatkan hasil maksimal dari terapi okupasi ini dapat membantu anak secara optimal, kerjasama dan dukungan keluarga sangatlah penting. Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik. Untuk itu peran dan kerjasama antara orang tua, pengasuh, dan terapis akan sangat membantu anak dalam mengembangkan kemampuannya, sehingga anak akan mengembangkan rasa percaya diri dan mengoptimalkan potensinya.

Anak-anak yang memerlukan bantuan terapi okupasi ini seperti diuraikan di atas antara lain adalah :

Anak dengan gangguan perilaku

Autism Spectrum Disorder (ASD)

Down Syndrome

Attention Deficit /Hyperactivity Disorder (ADD/ADHD)

Asperger’s Syndrome

Kesulitan Belajar

Keterlambatan wicara

Gangguan perkembangan (Cerebal Palsy/CP)

Pervasive Developmental Disorder (PDD)

dan keterlambatan perkembangan lainnya


Terapi  Okupasi akan memberikan pelayanan individual yang meliputi :

Penilaian (Asessment)

Intervensi individual maupun kelompok

Supaya anak mampu mencapai kemandirian dalam tugas kehidupan, seorang pelaku terapi okupasi akan mengamati dan mengkaji area-area dan komponen yang mencakup :

Biomekanik

Sensori motorik

Perseptual Kognitif

Keterampilan Interpersonal

sumber: pelangilazuardi.tripod.com
Temukan semuanya tentang Pasang Iklan, bisnis, Iklan Baris, iklan gratis

0 komentar :